Senin, 04 Juni 2012

Memaknai Arti Kehilangan

Ada seorang perempuan yang merasa sangatkehilangan saat ditinggal mati suami yang sangat dicintainya.

Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia memutuskan untuk mengawetkan mayat suaminya dan meletakkannya di dalam kamar.

Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu merasa dengan kematian suaminya, maka tidak ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya.

Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut, dan dia mengatakan bisa menghidupkan kembali suaminya. Dengan syarat dia meminta disediakan beberapa bumbu dapur yang mana hampir setiap rumah memilikinya.

Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya belum pernah ada yang meninggal dunia sama sekali.

Mendengar hal itu, muncul semangat di hati sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh kerabatnya. Entah itu orang tua, suami, nenek, kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah meninggal.

Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang dibutuhkan.

Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh orang yang disayanginya.

Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang bijak dan menyatakan pasrah akan kematian suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua orang pasti pernah mengalami masalah sebagaimana yang dihadapinya.

Pesan dari kisah di atas adalah, jangan pernah menganggap bahwa masalah yang ada pada kita merupakan masalah yang paling besar, sehingga kita mengorbankan waktu hanya untuk terus meratapi musibah tersebut.

Yakinlah, bahwa semua orang di dunia ini pernah mengalami musibah,  apapun bentuknya. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang menghadapi dan menyikapi masalah yang ada pada dirinya.

Buat Kalian

Jika temanmu sama sekali tak pernah membenci perbuatanmu,
sesungguhnya dia bukanlah sahabat sejatimu;
sebab dia tak pernah benar-benar sayang kepadamu.

Jika temanmu sama sekali tak pernah memarahimu,
sesungguhnya dia bukanlah sahabat sejatimu;
sebab dia tak pernah benar-benar peduli kepadamu.

Jika temanmu sama sekali tak pernah mencegahmu dalam segala hal,
sesungguhnya dia bukanlah sahabat sejatimu;
sebab dia tak pernah benar-benar menjagamu.

Jika temanmu sama sekali tak pernah menyangkal apapun keputusanmu,
sesungguhnya dia bukanlah sahabat sejatimu;
sebab dia tak pernah benar-benar tulus menyetujuimu.

Jika temanmu sama sekali tak pernah mencela apapun tindakanmu ,
sesungguhnya dia bukanlah sahabat sejatimu;
sebab dia tak pernah benar-benar mengenal siapa dirimu.

Jika temanmu sama sekali tak pernah membatasi kebebasanmu,
sesungguhnya dia bukanlah sahabat sejatimu;
sebab dia tak pernah benar-benar menyelamatkanmu dari pembalasan-Nya.

Maka, jika temanmu
pernah membenci perbuatanmu,
kadang-kadang memarahimu,
sesekali mencegahmu untuk berbuat sesuatu,
terkadang menyangkal beberapa keputusanmu,
tak sungkan mencela tindakanmu yang salah,
atau dengan kasihnya pernah membatasi kebebasanmu;
sesungguhnya dia adalah sahabat sejatimu.

Sebab semua itu tak lain adalah bentuk
betapa dia sayang, benar-benar peduli,
berniat menjaga, selalu tulus ketika setuju,
sungguh mengenal siapa dirimu,
dan ingin menyelamatkanmu dari pembalasan-Nya.

Mungkin saat ini engkau belum bisa menerima sikapnya
atau engkau belum mampu memaklumi tindakannya,
namun engkau akan menemukan kebaikan pada akhirnya;
sebab sahabat sejatimu adalah orang yang akan berani
mengambil tindakan yang tidak populer di depanmu
semata-mata demi menjagamu,
semata-mata karena peduli dan sayang kepadamu.

Betapa tidak popular pilihan sikapnya di matamu;
yakinlah bahwa sahabatmu tak akan pernah ada niat mencelakaimu,
apalagi membiarkanmu; tak akan bisa begitu saja mengacuhkanmu,
apalagi mengabaikanmu.

Dan engkau tahu; atas semua alasan itulah
kenapa dia hingga kini masih jadi sahabat sejatimu.

Cinta Yang Tulus

kamu cinta terhadap dia. Di hadapan orang yang kita cinta, hati kita akan berdegup kencang.Di hadapan orang yang kita cinta, musim sentiasa berbunga-bunga. Jikalau kita lihat di dalam mata orang yang kita cinta, kita akan kaku.Di depan orang yang kita cinta, kita menjadi malu. Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di bahumu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."Pada saat orang yang kau CINTAi menyakitimu, kau akan berkata, Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...CINTA adalah kau akan menemaninya tak kira bagaimanapun keadaanmu ketika itu.CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.CINTA di tujukan kepada seseorang yang kita selalu ingat dan mimpi.. Tanpanya kita akan rasa sunyi dan kita cintakan sepenuh jiwa dengan hati yg ikhlas kepadanya walaupun dia tidak tau perasaan kita.....

Kisah Cinta Anak SMP

Ada 2 anak yang masih duduk di bangku SMP. mereka sering sekali bertengkar. Nama mereka adalah marsya dan doni. Mereka saling mengejek. Doni mengejek marsya "SI KUTU BUKU CENGENG", sedangkan marsya mengejek doni "KAMBING CONGEK". Tpi Lama-kelamaan mereka bersahabatan. Pada suatu ketika mereka membuat origami bersama. Marsya tidak bisa membuatnya. Doni mengajari marsya dengan sabar. Persabahabatan mereka seiring dengan berjaLannya waktu, mereka jadi saling suka. Doni coba mengungkapkan perasaannya dengan cara mencium pipi kanan marsya. Marsya menampar doni dengan mengeluarkan air mata. Keesokan harinya doni memberi kabar kepada marsya bahwa ia harus melanjutkan sekolah di australi selama 12 tahun. Doni membuat janji dengan marsya di tempat di mana mereka selalu bersama. Tpi marsya berkata "tidak bisa, aku besok ada ekstra tambahan". dengan hati yang berat Doni berkata "tak apa, aku akan menunggu kamu di sini sampai kamu datang untuk aku". Keesokan harinya doni menunggu marsya di tempat yang sudah mereka janjian. Doni membawa sebuah kotak keciL yang berisi _____________. Telah lama doni menunggu, doni mengira marsya tidak jadi datang. Doni memutuskan untuk pergi. Tidak lama setelah doni pergi, marsya datang dengan berlari. Marsya telah meyadari bahwa doni telah pergi.



12 TAHUN TELAH BERLALU.........

Mereka bertemu lagi dengan keberhasilan mereka masing-masing. Si perempuan jadi penulis novel yang sangat terkenal. Si laki-laki meneruskan usaha yang di kelola milik orang tuanya. Marsya pernah mengalami trauma di masa lalu. Ia ingin menikah tapi calonnya itu tidak datang di hari pernikahan itu. Marsya memiliki 2 adik perempuan yang bernama Alisa dan Dinda. Marsya sangat menentang mereka berpacaran, sebelum mereka semua lulus. Saat marsya ada sebuah pertemuan dengan seseorang teman bisnisnya, ia menabrak seorang cowo. Ia tidak menyadari bahwa cowo itu adalah doni, teman SMP nya dulu. Doni merasa itu adalah marsya karena dengan marsya mengejek dia “KAMBING CONGEK”. Pada suatu saat doni menemui marsya untuk mengingatkan masa SMP mereka berdua. marsya ingat dengan masa itu, tapi dia pura” melupakannya. Karena dia engga mau mengingat di mana dulu itu adalah sebuah masa yang menyakitkan. Pada hari ulang tahun marsya, doni datang untuk memberi ucapan dan dia membawakan sebuah kue tar untuk marsya. Doni menyuruh marsya make a wish lalu untuk meniup lilinnya. Waktu marsya meniup lilin itu, doni langsung mencium pipi kiri marsya. Marsya kaget, dan dia menampar doni.

to be continue

8.1 Evaluasi Prestasi

Evaluasi Prestasi

Evaluasi prestasi terdiri atas:
  1. Evaluasi akhir tiap semester. Evaluasi akhir tiap semester, diadakan untuk menentukan banyaknya nilai kredit yang dapat diambil pada semester berikutnya.
  2. Evaluasi akhir semester ke empat. Evaluasi akhir semester ke empat, diadakan untuk menentukan apakah seorang mahasiswa berhak melanjutkan studinya pada semester berikutnya. Di dalam hal ini, mahasiswa yang berhak melanjutkan studi ke semester lima adalah yang memperoleh IP sekurang-kurangnya berbobot 2,30.
  3. Evaluasi akhir program. Evaluasi akhir program, dilaksanakan pada akhir seluruh program pendidikan, meliputi seluruh hasil belajar yang dicapai oteh mahasiswa sejak terdaftar sebagai mahasiswa sampai saat evaluasi dilakukan. Nilai minimal kelulusan akhir program dari seorang mahasiswa adalah berbobot IPK 2,40 dan nilai Kepribadian akhir (Kondisi folder mahasiswa hinga akhir perkuliahan), adalah baik.

    Teknik Evaluasi Prestasi
    Dalam mengevaluasi prestasi terdapat teknik-teknik seperti :
    1.        Skala Pengharkatan Berdasarkan Perilaku
    Merupakan bentuk evaluasi yang menggunakan kejadian kritis atau contoh perilaku kerja khusus untuk menentukan berbagai tingkat prestasi.
    2.        Manajemen Berdasarkan Sasaran atau Penyususnan Tujuan.
    Melibatkan pertemuan atasan – bawahan guna membicarakan dan secara bersama-sama menyususn sasaran bagi bawahan untuk jangka waktu tertentu.
    3.        Tehnik Pusat Penilaian
    Serangkaian latihan dimana para calon untuk promosi, pelatihan atau program manajerial lain selama 2 atau 3 hari sementara diamati dan diharkat. Wawancara balikan evaluasi prestasi merupakan bagian esensial dari setiap program balikan menyediakan informasi tentang bagaimana pandangan orang lain terhadap prestasi kerja pegawai yang diharkat. Bagian yang lain pengkaitan prestasi dan kemajuan dengan mengembangkan karier.

bab 8 evaluasi prestasi

BAB I
PENDAHULUAN

Psikologi berasal dari perkataan Yunani, psyche yang artinya jiwa dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakngnya.
Dan dalam makalah ini kami akan membahas tentang “Evaluasi dan Prestasi Belajar” yang mana di dalamnya menjabarkan pengertian eavaluasi, tujuan evaluasi, fungsi evaluasi, jenis evaluasi dan prestasi belajar” semoga makalah yang dibuat oleh kelompok kami bermanfaat untuk mahasiswa yang ingin memperdalam psikologi secara terperinci dan semoga makalah ini diterima dengan baik.


BAB II
EVALUASI DAN PRESTASI BELAJAR

A. Evaluasi Belajar
1. Pengertian Evaluasi
Evaluasi adalah penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Aktivitas belajar perlu diadakan evaluasi, hal ini penting karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui apakah tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak. Melalui eavaluasi dapat diketahui kemajuan-kemajuan belajar yang dialami oleh anak, dapat ditetapkan keputusancpenting mengenai apa yang telah diperoleh dan diketahui anak serta dapat merencanakan apa yang seharusnya dilakukan pada tahap berikutnya.
Istilah evaluasi sering dikacaukan dengan pengukuran, keduanya memang ada kaitan yang erat tetapi sebenarnya mengandung titik beda. Menurut Sumadi Suryabrata, penegrtian pengukuran mencakup segala cara untuk memperoleh informasi yang dapat dikuantifikasikan baik dengan tes maupun dengan cara-cara yang lain. Sedangkan pengertian evaluasi menekankan penggunaan informasi yang diperoleh dengan pengukuran maupun dengan cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan.
Evaluasi yang sempurna tidak hanya berobjekkan pada aspek kecerdasan tetapi mencakup seluruh pribadi anak dalam seluruh situasi pendidikan yang dialaminya.
Adapun aspek-aspek kepribadiannya yang harus di perhatikan dan merupakan objek di dalam pelaksanaan evaluasi tersebut, menurut Nasrun Harahap, dkk. Adalah berikut ini.
1. Aspek-aspek tentang berpikir, meliputi: inteligensi, ingatan, cara menginterpretasi data, pokok-pokok pengerjaan, pemikira yang logis, dan lain-lain.
2. Dari segi perasaan sosialnya, meliputi :kerjasama dengan kawan sekelasnya, cara bergaul, cara pemecahan masalah serta nilai-nilai sosial, cara mengatasi dan menghadapi serta cara berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
3. Dari kekayaan sosial dan kewarganegaraan meliputi: pandangan hidup atau pendapatnya terhadap masalah-masalah sosial, politik dan ekonomi.
2. Tujuan Evaluasi
Tujuan umum dan tujuan khusus. L. Pasaribu dan simanjuntak, menegaskan bahwa:
1. Tujuan umum dari evaluasi adalah sebagai berikut.
- Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam mencapai tujuan yang di harapkan.
- Memungkinkan pendidik/ guru menilai aktifitas/ pengalaman yang di dapat.
- Menilai metode mengajar yang di pergunakan .
2. Tujuan khusus dari evaluasi adalah berikut ini :
- Merangsang kegiatan siswa.
- Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan
- Memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan dan bakat siswa yang bersangkutan.
- Memperoleh bahwa laporan tentang perkembangan siswa yang diperlakukan orang tua dan lembaga pendidikan.
- Memperbaiki mutu pelajaran / cara belajar dan metode belajar.
3. Fungsi evaluasi
1. Untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar, serta mengadakan perbaikan program bagi murid.
2. Untuk memberikan angka yang tepat tentang kemajuan atau hasil belajar dari setiap murid. Antara lain digunakan dalam rangka pemberian laporan kemajuan belajar murid kepada orang tua, penentuan kenaikan kelas serta penentuan lulus tidaknya seorang murid.
3. Untuk menntukan murid di dalam situasi belajar mengajar yang tepat, sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki oleh murid.
4. Untuk mengenal latar belakang (psikologis, fisik dan lingkungan) murid yang mengalami kesulitan belajar, nantinya dapat dipergunakan sebagai dasar dalam pemecahan kesuliatan-kesulitan belajar yang timbul.
4. Jenis-jenis evaluasi
a. Evaluasi formatif
Fungsinya untuk memperbaiki proses belajar kea rah yang lebih baik atau memperbaiki program satuan pelajaran yang telah digunakan.
b. Evaluasi sumatif
Fungsinya menentukan angka / nilai murid setelah mengikuti program pengajaran dalam catur wulan, semester, akhir tahun atau akhir dari suatu program bahan pengajaran dari suatu unit pendidikan. Di samping untuk memperbaiki situasi proses belajar mengajar kea rah yang lebih baik serta untuk kepentingan penilaian selanjutnya.
c. Evaluasi placement (penempatan)
Fungsinya untuk mengetahui keadsaan anak termasuk keadaan seluruh pribadinya agar anak tersebut dapat ditempatkan pada posisi yang tepat.
d. Evaluasi diagnostik
Fungsinya untuk mengetahui masalah-masalah apa yang diderita atau yang mengganggu anak didik, sehingga ia mengalami kesulitan, hambatan atau gangguan ketika mengikuti program tertentu dan bagaimana usaha untuk memecahkannya.

B. Prestasi Belajar
Pada prinsipnya pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa namun pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah rasa murid sangat sulit. Hal itu disebabkan perubahan hasil belajar itu yang bersafat intangible (tak dapat diraba). Oleh karena itu yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa.

BAB III

KESIMPULAN

Aktivitas belajar perlu diadakan evaluasi, hal ini penting karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui apakah tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak. Melalui eavaluasi dapat diketahui kemajuan-kemajuan belajar yang dialami oleh anak, dapat ditetapkan keputusancpenting mengenai apa yang telah diperoleh dan diketahui anak serta dapat merencanakan apa yang seharusnya dilakukan pada tahap berikutnya.
Hasil belajar ideal meliputi segenap psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa namun pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah rasa murid sangat sulit. Hal itu disebabkan perubahan hasil belajar itu yang bersufat intangible (tak dapat diraba). Oleh karena itu yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa.


DAFTAR PUSTAKA

Syah, Muhibuddin. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Ahmadi, Abu dan Supriyono Widodo. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

bab 7 Teknik Pengambilan Keputusan

Teknik pengambilan keputusan ada dua jenis yang pertama menggunakan teknik Delphi dan dengan menggunakan teknik kelompok nominal.

1. Teknik Delphi
 
Teknik atau proses Delphi, pertama kali dikembangkan oleh N. C. Dalkey, Helmer, dan rekan pada tahun 1950an dan 1960an dalam Rand Corporation, yang pada saat sekarang terkenal sebagai suatu teknik untuk membantu pengambilan keputusan-keputusan yang mengandung risiko dan ketidakpastian, misal forecasting jangka panjang.

Teknik Delphi termasuk ke dalam teknik pengambilan keputusan modern yang merangsang kreativitas dengan menggunakan pertimbangan berdasarkan gagasan orang lain untuk mencapai Konsensus dalam pengambilan keputusan kelompok. Teknik ini juga merupakan salah satu teknik peran serta dalam pengambilan keputusan stratejik.


Teknik Delphi yang didasarkan pada sebuah proses ter-struktur untuk mengumpulkan dan  membawa pengetahuan dari sekelompok ahli dengan cara serangkaian kuesioner maupun yang di-kontrol dengan pendapat umpan balik (Adler dan Ziglio, 1996). Menurut Helmer  (1977) Delphi merupakan perangkat komunikasi yang berguna di antara sekelompok ahli sehingga memudahkan pembentukan kelompok itu.

Teknik Delphi merupakan latihan dalam kelompok komunikasi antara panel secara geografis ahli (Adler dan Ziglio, 1996) yang memungkinkan para ahli teknik sistematis untuk menangani masalah kompleks dengan suatu tugas. Inti dari teknik ini cukup mudah, yaitu terdiri dari serangkaian kuesioner dikirim baik lewat mail atau melalui sistem komputerisasi, untuk pra-ahli yang dipilih grup. Kuesioner ini dirancang untuk mendapat tanggapan dan pengembangan individu sebagai cara untuk menimbulkan masalah yang nantinya akan diperbaiki oleh pra-ahli.

Partisipan untuk teknik Delphi tidak saling kenal satu sama lain. Biasanya secara fisik berjauhan dan tidak saling bertemu. Semua komunikasi antar partisipan dengan cara kuesioner dan umpan balik dari pemantau seorang Staf.


2. Teknik Kelompok Nominal


Pada dasarnya, TKN adalah rapat kelompok yang terstruktur terdiri dari 7-10 individu duduk berkumpul tetapi tidak berbicara satu sama lainnya. Setiap orang menulis gagasannya di selembar kertas. Setelah 5 menit, dilakukan saling tukar pikiran yang terstruktur. Setiap orang mengajukan satu gagasan. Seseorang yang ditunjuk sebagai notulen mencatat seluruh gagasan itu di kertas di depan seluruh anggota kelompok. Kesemuanya berlanjut sampai dengan tidak ada lagi gagasan yang dikemukakan. Diskusi masih juga belum ada.Keputusan kelompok adalah jumlah matematis dari seluruh suara masing-masing individu.
Proses Delphi dan TKN telah terbukti lebih produktif dibandingkan sumbang saran. Masing-masing memiliki catatan sukses. Perbedaan dasar antara proses delphi dan TKN menurut Gibson (1997:293) adalah:
  1. Partisipan untuk Delphi tidak saling kenal satu sama lain, sementara TKN sudah saling kenal.
  2. Partisipan TKN duduk saling berhadapan, sementara Delphi secara fisik berjauhan dan tidak pernah saling bertemu.
  3. Pada proses Delphi, semua komunikasi antar partisipan dengan cara kuesioner tertulis dan umpan balik dari pemantauan seorang staf. Pada TKN, partisipan berkomunikasi secara langsung.
Teknik ini membantu kelompok dalam menghasilkan sejumlah ide, mengevaluasi dan memilih solusi secara lebih terstruktur dan sistematis. Dalam teknik ini, setiap anggota kelompok menulis ide dan solusi, membacakan ide dan solusinya kepada orang lain, mendiskusikan dan merangking seluruh alternatif. Teknik ini juga sangat berguna terutama sekali bila sebuah isu merupakan isu yang kontroversial. Menurut Rizky (2004) format dasar teknik ini dijabarkan sebagai berikut:
  1. Sebuah kelompok dibentuk untuk mendiskusikan topik atau masalah yang spesial.
  2. Setelah masalah dipahami dengan baik, setiap individu diminta untuk menuliskan ide-idenya. Untuk menuliskan ide-ide diberikan waktu selama kurang lebih 30 atau 40 menit. Setiap orang diminta untuk inovatif dalam menghasilkan ide.
  3. Kemudian, seluruh ide dituliskan pada papan tulis agar kelompok dpat mengetahui pandangan setiap individu. Pada tahap ini, sesi diskusi, kritik, saran dan evaluasi belum dibuka.
  4. Seketika seluruh alternatif solusi telah dijabarkan, sesi diskusi mulai dibuka. Setiap orang boleh mengajukan kritik dan saran, evaluasi serta perbaikan membangun untuk setiap ide. Pada tahap ini, diskusi tentang alternatif solusi dimulai dari alternatif atau ide yang pertama kali diajukan/ ditulis di papan, dimana pengajuan dilakukan secara acak. Setiap anggota kelompok dapat meminta klarifikasi informasi dan kritik untuk setiap alternatif guna mengidentifikasi pandangan pro dan kontra.
  5. Setiap anggota individu yang terlibat diskusi diberikan waktu 30 detik untuk beragumentasi, mempertahankan kebaikan idenya, atau mendukung ide tertentu yang dianggap baik.
  6. Bila seluruh alternatif telah didiskusikan, setiap anggota kelompok merangking seluruh alternatif yang menurut pandangan mereka terbaik dan paling memungkinkan untuk diterapkan.
  7. Pemimpin kelompok kemudian menentukan pilihan akhir berdasarkan pilihan alternatif tertinggi atau alternatif yang paling banyak dipilih. Teknik ini mengikuti teknik penentuan keputusan dengan suara terbanyak (voting). Sebelum keputusan akhir diambil, kelompok dapat mendiskusikan kembali pilihan alternatif terbaik pada urutan teratas (3 atau 5), dan kemudian melakukan teknik voting ronde kedua.
Dengan teknik ini dapat mengurangi hambatan terhadap pengambilan keputusan secara berkelompok yaitu dengan:
  1. Memisahkan brainstroming dari tahap evaluasi.
  2. Mempromosikan keseimbangan partisipasi diantara anggota kelompok.
  3. Memadukan teknik voting secara matematis untuk meraih kesepakatan bersama.
Hal yang perlu diingat  dalam penggunaan teknik ini yaitu pemimpin diskusi harus bertindak sebagai moderator yang baik agar cara pandang obyektif dapat muncul, sehingga setiap anggota dapat memilih dan merangking alternatif tanpa terikat pada bias pemikiran kelompok. Saat pendekatan kelompok nominal murni dikembangkan menjadi teknik khusus untuk peng­ambilan keputusan dalam organisasi, pendekatan ini dinamakan nominal group technique (NGT) dan terdiri dari langkah berikut ini:
  1. Pembangkitan ide yang tidak terucapkan melalui tulisan
  2. Umpan balik round-robin dari anggota kelompok, yang mencatat setiap ide dalam frasa pendek pada flip chart atau papan tulis
  3. Pembahasan setiap ide yang tercatat untuk klarifikasi dan evaluasi
  4. Voting individu mengenai ide prioritas, dengan keputusan kelompok diambil secara matematis menurut rating.
Sebuah studi menemukan bahwa individu yang bekerja sendiri dan kemudian masuk dalam kelompok nominal menjadi superior, tetapi untuk pembangkitan ide melalui komputer, kelompok yang utuh (seperti kelompok kerja reguler) menghasilkan lebih banyak ide (dengan kualitas tinggi) daripada orang yang bekerja dalam subkelompok atau individu dalam kelompok nominal.
Menurut Mansoer (1989:71) Cara pelaksanaan teknik ini ialah:
  1. Sebelum diskusi kelompok dilakukan setiap orang harus menuliskan gagasannya tentang masalah.
  2. Kemudian setiap anggota menyampaikan gagasannya pada kelompok secara bergiliran. Sebelum semua gagasan dikemukakan tidak diadakan diskusi.
  3. Kelompok mulai mendiskusikan idea-idea yang terhimpun untuk mencari kejelasan gagasan dan sekaligus menilainya.
  4. Setiap anggota kelompok secara bebas sendiri-sendiri menyusun urutan pemikiran. Gagasan atau pemikiran yang berada pada urutan teratas dijadikan sebagai keputusan.
Dengan teknik ini kelompok dapat mengambil keputusan secara formal tanpa menghambat kebebasan pribadi, namun tidak terjadi debat bertele-tele seperti lazim terjadi pada diskusi tradisional.
Sedangkan Robbins (2002:123) menyebutkan langkah-langkah teknik kelompok nominal sebagai berikut:
  1. Para anggota bertemu dalam suatu kelompok, namun sebelum dilaksanakan diskusi apapun juga setiap anggota secara independen menuliskan ide-idenya tentang masalah yang dihadapi.
  2. Periode berdiam diri ini dilanjutkan dengan presentasi oleh masing-masing anggota tentang ide-ide mereka dihadapan kelompok. Masing-masing anggota bergiliran mengelilingi meja untuk mempresentasikan setiap ide sampai seluruh ide selesai dipresentasikan dan dicatat (biasanya pada sebuah flip chart atau papan tulis) tidak diperbolehkan adanya diskusi sampai keseluruhan ide-ide dicatat.
  3. Kemudian kelompok tersebut mendiskusikan ide-ide itu untuk mendapatkan kejelasan dan melakukan evaluasi.
  4. Masing-masing anggota kelompok secara diam-diam merengking ide-ide tersebut secara sendiri-sendiri.
  5. Keputusan akhir ditentukan oleh ide yang mendapat rengking tertinggi.
Keuntungan utama dari teknik ini adalah bahwa teknik ini menyediakan waktu bagi para anggota kelompok untuk bertemu secara formal, namun tidak membatasi pemikiran-pemikiran independen, sebagaimana yang sering terjadi dalam interaksi kelompok secara tradisional.
Menurut Syamsi (2000) perbedaan teknik Delphi dan teknik kelompok nominal pada pokoknya adalah teknik Delphi merupakan teknik pengambilan keputusan kelompok secara lebih tertutup, sedangkan teknik kelompok nominal itu lebih terbuka.

sumber :
  • Widyaymini, Pengantar Organisasi & Metode, Gunadarma, Jakarta, 1996.
  • vqeenlittlep.blogspot.com
  • www.fe.unpad.ac.id
  • opini pemimpin